Minggu, 31 Oktober 2010

10 terkaya Indonesia 2009


Menjadi kaya adalah dambaan setiap orang, baik itu orang waras ataupun setengah waras bahkan tidak waras sekalipun. Semuanya pasti kepengin Kaya. Kalau bisa langsung Kaya tanpa harus capek-capek kerja. Tapi namanya juga hidup, butuh proses dan waktu. Tidak mungkin hanya dalam sekejab langsung kaya tanpa harus kerja.  Bahkan sebagaian orang mengatakan sedangkan kerja saja tidak dapat menjamin jadi  kaya, apa lagi hanya berpangku tangan saja. Kecuali bila  ambil jalan pintas untuk kaya, seperti Merampok Bank mungkin, Pelihara Tuyul sambil ngepet, atau yg lagi banyak dilakukan orang sekarang seperti jadi Bandar Togel.  Mungkin bisa kaya dengan cara-cara tersebut, tapi prosesnya tidak alami, bahkan dapat dikatakan cara-cara tersebut juga merugikan orang lain. Kita Ingin dengan cara-cara yg alami dan manusiawi untuk menjadi seorang yang Kaya..( duh bahasanya.. kayak orang arif saja ).
Seperti orang -orang Besar dibawah ini, mereka tidak  melupakan proses untuk menjadi seorang Kaya dan besar. Menjalani Proses tersebut dengan sabar  dan tekun. Mungkin dari awal mereka merangkak, lalu perlahan berdiri, setelah itu coba berjalan pelan, lalu berlari kecil, Dan akhirnya sekarang mereka kemana-mana  naik mobil mewah yang berkelas. Itulah hasil dari kerja keras mereka. Sekedar mengambil perbandingan antara mereka dan kita sepertinya tidak salah. Untuk itu disini saya akan cantumkan baberapa tokoh yang digolongkan menjadi ” orang yang terkaya di Republik tercinta ini ” .  saya memulainya dari urutan  10 sampai 1.
Eddy William Katuari  ( urutan ke 10 dengan total kekayaan 1,2 milyar Dolar AS)
Dengan Perusahaan PT. Wings Indonesia
Wings bukan nama baru dalam bisnis toiletries. Perusahaan yang didirikan di Surabaya pada 1950 oleh Johannes dan Harjo Sutanto ini awalnya hanyalah industri rumah tangga penghasil sabun batangan. Sukses di industri sabun rakyat, pada 1970-an, kelompok usaha Wings, yang diperkuat keluarga Tanojo, mulai merambah industri kimia bahan baku sabun. Kini Wings sudah berkembang menjadi raksasa. Usaha kelompok yang kini berada di bawah komando Eddy William Katuari ini telah merambah berbagai sektor, dari kelapa sawit sampai real estate, dari mi instan hingga bank. Total kekayaan perusahaan ini diperkirakan mencapai Rp 13 triliun.
Peter Sondakh ( peringkat 9 total kekayaan 1,3 Miliar Dolar AS)
Rajawali Corporation adalah salah satu Perusahan yang di miliki oleh   Peter Sondakh.di bawah kepak sayap Grup Rajawali, Peter mengendalikan sejumlah bisnis. Antara lain Express Group (operator taksi terbesar kedua di tanah air) serta beberapa proyek properti.September tahun lalu Peter membuka Hotel St Regis di Bali. Dia juga memiliki rumah peristirahatan di kawasan elite Beverly Hills, AS, yang berdekatan dengan kediaman para pesohor Amerika. Misalnya, aktor Denzel Washington dan penyanyi gaek Rod Stewart. Dan jangan lupakan Peter Sondakh juga mempunyai saham di PT. Semen Gresik sebesar 21%. Pada Tahun 2009 Peter sondakh menerime gelar kehormatan Tan Sri atau Panglima Setia diberikan oleh Yang Dipertuan Agung Malaysia pada saat perayaan hari ulang tahun Mizan Zainal Abidin di Istana Yang Dipertuan Agung, di Kuala Lumpur, Sabtu atas Kontribusinya dalam dunia Pariwisata Malaysia dengan membangun hotel bintang Lima Sheraton Imperial di Kuala Lumpur dan Westin Langkawi, Resort & SPA.
Dato Low Tuck Kwong ( peringkat 8 total kekayaan 1,4 Miliar Dolar AS) Pengusaha Batu bara
Dato Low Tuck Kwong adalah seorang berdarah Singapura-Indonesia. Lahir di Singapura pada tahun 1948, dia mengubah kewarganegaraan pada tahun 1992 untuk memungkinkan bisnis yang akan berjalan lebih lancar.Dato’ Low  membeli saham PT. BYAN ini di kisaran harga Rp5.781,25 per saham untuk tujuan investasi. Total saham BYAN dalam genggamannya mencapai 1.969.381.000 lembar saham. Setelah itu, Dato’ masih membeli saham Bayan Resources, yang menambahkan batu bara di Pulau Kalimantan .
Karena harga batu bara terus naik, kekayaan Dato’ pun berlipat ganda.   Dengan perusahaan batu bara Bayan Resources, pengusaha kelahiran Singapura ini mempunyai kekayaan 1,2 miliar dolar AS. Harta milik pria berusia 61 tahun ini meningkat sedikit dari kekayaan yang dilansir Forbes Asia pada akhir 2009, senilai 1,18 miliar dolar AS.
Putra Sampoerna (Peringkat 7 total kekayaan  2,4 miliar dollar AS )
Putera Sampoerna (lahir di Schidam, Belanda pada 13 Oktober 1947) adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai presiden ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.
Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.
Pada awal 2006, dikabarkan bahwa Putera, yang dikenal menggemari judi, telah menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, Mansion. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak tersebut kemudian dibatalkan. Kemudian beralih menjadi sponsor klub sepakbola Liga Inggris lainnya Totenham Hotspur sejak musim 2006-2007. Selain itu, Putera Sampoerna juga membeli kasino Les Ambassadeurs di London dengan harga 120 juta poundsterling.
Sukanto Tanato (Raja Garuda Mas) 2,8 miliar dollar AS urutan 6
Di kalangan pengusaha keturunan Tionghoa, Sukanto Tanoto bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai usahawan yang berhasil meniti sukses dari tangga paling bawah. Namanya pernah menjadi bahan pembicaraan di ajang nasional lantaran PT Inti Indorayon Utama miliknya yang berlokasi di Porsea, Sumatra Utara, dianggap telah mencemari lingkungan. Gara-garanya, penampung limbah dari pabrik bubur kertas dan rayon itu jebol dan mengotori Sungai Asahan. Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis,” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah.
“Strategy competition saya itu satu dua step sebelum orang mengerjakannya,” ungkapnya. Ketika belum ada orang membuka perkebunan swasta besar-besaran, walaupun waktu itu sudah ada perkebunan asing, di Sumatra, Sukanto membuka perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran.
“Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.
Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Usaha Sukanto yang lain adalah bank. Ketika United City Bank mengalami kesulitan keuangan, pada 1986-1987, ia mengambil alih mayoritas sahamnya dan bangkit dengan nama baru: Unibank. Di Medan, ia pun merambah bidang properti, dengan membangun Uni Plaza, kemudian Thamrin Plaza. Tidak hanya dalam negeri, ia melebarkan sayap ke luar negeri, dengan ikut memiliki perkebunan kelapa sawit National Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filipina, dan electro Magnetic di Singapura, serta pabrik kertas di Cina (yang kini sudah dijual untuk memperbesar PT Riau Pulp). Sejak 1997, Sukanto memilih bermukim di Singapura bersama keluarga dan mengambil kantor pusat di negeri itu. Obsesinya, ingin jadi pengusaha Indonesia yang bersaing di arena global, minimal di Asia. Tujuan utamanya, menurut dia, “Bagaimana kita bisa memanfaatkan keunggulan kita, untuk bersaing, paling tidak di arena Asia.”
Martua Sitorus ( peringkat 5 total kekayaan US$ 2,5 miliar )
Lelaki yang baru berusia 46 tahun ini berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. Salah satu diantara 48  Perusahaan yang dimiliki Martua sitorus adalah PT Multimas Nabati Asahan, yang memproduksi minyak goreng bermerek Sania. Pada akhir 2005, kelompok usaha yang resminya bernama Wilmar International Limited ini memiliki total aset US$1,6 miliar, total pendapatan US$4,7 miliar, dan laba bersih US$58 juta.  pada 1991 Martua mampu memiliki kebun kelapa sawit sendiri seluas 7.100 hektar di Sumatera Utara. Di tahun yang sama pula ia berhasil membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit pertamanya. Pada 1996 Martua berekspansi ke Malaysia dengan membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di sana. Kini, bisnis Martua dan Kuok Khoon Hong terus berkembang. Selama sembilan bulan pertama 2006, pendapatan Wilmar Corp. naik 7,8% menjadi US$3,7 miliar dibanding periode yang sama 2005 sebesar US$3,4 miliar. Adapun laba bersihnya selama sembilan bulan pertama 2006 tumbuh 56,4% mencapai US$68,3 juta dibanding periode yang sama 2005 sebesar US$43,6 juta.
Aburizal Bakrie ( peringkat 4 dengan total kekayaan US$ 3 miliar)
Abu rijal memiliki bebrapa Perusahaan yg bergerak di berbagai bidang, duantaranya adalah Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR),  PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Multicapital, anak usaha Bakrie Capital dan Bumi Resources (BUMI) baru mendapat jatah terbesar dari divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara. Multicapital akhirnya mendapatkan 75% dari 14% jatah divestasi Newmont tahun 2008 dan 2009, setelah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mundur. Padahal sebelumnya, Multicapital sudah mendapat jatah 75 persen dari 10 persen saham divestasi Newmont tahun 2006 dan 2007. Diperkirakan pada Tahun – tahun mendatang Bakrie akan menjadi orang paling kaya Di Indonesia karena kontrak kerja ini.
Anthony Salim urutan 3 Dengan total kekayaan 9US$ 3,6 miliar
Anthony Salim alias Liem Hong Sien, CEO Group Salim terpilih sebagai salah seorang 10 Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Warta Ekonomi. Sebelum krisis moneter dan ekonomi 1998, Group Salim terbilang  konglomerasi terbesar di Indonesia dengan aset mencapai US$ 10 milyar (sekitar Rp 100 trilyun).Majalah Forbes bahkan pernah menobatkan Grup Salim  sebagai salah satu orang terkaya di dunia.
Bank Central Asia, miliknya di-rush pada saat krisis multidimensional 1998 itu. Untuk mengatasinya, terpaksa menggunakan BLBI dan akibatnya berutang Rp 52 trilyun. Anthony yang sudah dipercayakan memegang kendali perusahaan menggan tikan ayahandanya Sudono Salim (Liem Sioe Liong) ini pun bertanggung jawab. Dia melunasi seluruh utangnya, walaupun harus terpaksa melepas beberapa perusahaan. Di antara perusahaan yang dilepas adalah PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA (kemudian dikuasai Farallon Capital dan Grup Djarum) dan PT Indomobil Sukses Internasional. Namun, dia tetap mempertahankan beberapa perusahaan, di antaranya PT Indofood Sukses Makmu Tbk, dan PT Bogasari Flour Mills, yang merupakan produsen mi instan dan terigu terbesar di dunia. Selain itu juga berkibar beberapa perusahaan di luar negeri, di antaranya di Hong Kong, Thailand, Filipina, Cina dan India.
Eka Tjipta Wijaya (Sinar Mas) dengan urutan 2 total kekayaan 4 miliar dollar AS
Tahun 1980-1981 ia membeli perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula. Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. Awalnya BII hanya ducabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII kini memiliki 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun. PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun. Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun. Tak sampai di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan. Di Roxy ia bangun apartemen Green View, di Kuningan ada Ambassador.
Budi Hartono Urutan 1 PT.Djarum)Dengan total kekayaan 4,8 miliar dollar AS
pertumbuhan pesat industri rokok di Tanah Air membuat sejumlah pemilik dan pengusaha rokok muncul sebagai orang kaya Baru. Salah satunya adalah Budi Hartono yang memiliki Perusahaan Rokok PT. Jarum Kudus.  Perusahaan rokok Djarum didirikan oleh Oei Wie Gwan pada 1951 di Kudus. Kini Djarum menjadi produsen rokok kretek terbesar ketiga di Indonesia. Perusahaan itu juga menguasai pasar kretek di Amerika.
Budi Hartono  menyadari bahwa bisnis kretek saja tidak akan mampu melanggengkan grup bisnis mereka. Karena itu, mereka mulai melebarkan sayap ke dalam sektor properti dan kini memiliki beberapa properti pilihan di Jakarta, di antaranya adalah Grand Indonesia, proyek properti terbesar di negeri ini.
Keluarga Hartono secara resmi menguasai 46% saham BCA, bank swasta terbesar di Indonesia. Investasi itu telah bertumbuh dari 500 juta dolar AS pada 2002 menjadi 3,6 miliar dolar AS. Pertumbuhan pesat itu sebagai hasil dari meningkatnya harga saham BCA sampai lebih dari 70% selama kurun waktu 1,5 tahun terakhir ini.
Menurut beberapa sumber, saham Budi di BCA bahkan lebih tinggi karena dia mulai mengakumulasi saham di bank itu begitu BCA go public. Untuk memperkuat posisinya di bank itu, Budi telah mengambil 90 persen saham di Farindo Investments Mauritius, mitra joint venture dan bersama mereka menguasai 51 persen saham di BCA.
Akuisis BCA menjadikan Djarum mampu membangun pilar ketiga bagi ekspansi kerajaan bisnisnya. Proses akuisisi itu juga membuat Budi menjadi pemegang saham yang paling menentukan di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Dia sedang mempersiapkan putra bungsunya, Armand, agar kelak memimpin BCA.
Selain bisnis perbankan dan rokok, Djarum Group juga telah lama berinvestasi di pasar properti. Dulu, kelompok bisnis itu memiliki Wholesale Trade Center (WTC) di Mangga Dua, Jakarta.
Namun proyek terbesar mereka adalah pembangunan Grand Indonesia. Nilai proyeknya mencapai 230 juta dolar AS.
Pembangunan Grand Indonesia direncanakan mencakup lahan seluas tujuh hektare, di lokasi sekitar Hotel Indonesia. Proyek itu meliputi pembangunan mal, gedung perkantoran dan apartemen mewah.
Itulah 10 Orang yang berhasil mengumpulkan pundu -pundi hartanya dengan berbagai cara dan metode. sekarang mereka tinggal menikmati hasil jerih payah dan perjuangan mereka selama ini.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Profil Chairul Tanjung ( terkaya ke 6 di Indonesia 2010)



 Pieter P Gero dan Tjahja Gunawan Direja Selalu ada aksi bisnis yang mengejutkan dari seorang Chairul Tanjung. Paling akhir pada April 2010, saat PT Trans Retail miliknya mengakuisisi 40 persen saham PT Carrefour Indonesia. Sebuah kebanggaan nasional karena sebuah perusahaan nasional mengakuisisi perusahaan multinasional.
Presiden Komisaris Trans Corp, yang juga satu dari tujuh warga Indonesia yang masuk dalam daftar orang kaya sejagat versi majalah Forbes (edisi Maret 2010), mengakui akuisisi ini bukan semata unsur bisnis, melainkan juga ada misi idealisme di baliknya.
”Bisa menjadi tempat untuk memasarkan produk usaha kecil dan menengah. Tentu saja produk yang masuk dalam standar kualitas yang dibutuhkan konsumen,” ujarnya. Ada 82 gerai Carrefour di 27 kota di Indonesia. Berikut petikan wawancara dengan Chairul Tanjung yang berlangsung 31 Mei di Jakarta.
Apa misi idealisme, di balik akuisisi Carrefour?
Saya selalu percaya ada kaitan antara bisnis dan idealisme. Ada orang bilang kalau bicara bisnis ya bisnis saja, idealisme ya idealisme saja. Seperti minyak dan air. Bagi saya, bisnis dan idealisme bisa digabungkan dan kalau bisa digabungkan secara baik, maka memiliki sustainability, kemampuan bertahan jangka panjang. Ini kepercayaan yang saya anut sejak saya mulai berbisnis sampai hari ini. Makanya dalam setiap bisnis saya, selalu dibicarakan bisnisnya begini dan idealismenya begini. Jadi dengan begitu tidak perlu dipertentangkan antara bisnis dan idealisme.
Bagaimana dengan Carrefour. Carrefour ini perusahaan ritel terbesar di Indonesia. Tahun lalu omzetnya sekitar Rp 11,7 triliun (tahun 2009). Tadinya milik asing. Buat asing orientasinya jelas, prospek ekonomi bagus, konsumen besar, stabilitas ekonomi dan politik bagus. Mereka tak peduli distribusi itu penting untuk dijadikan alat memajukan perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan rakyat. Kita lihat ritel ini sesuatu yang luar biasa. Tapi apa salahnya kita tumpangkan tanpa mengurangi bisnisnya dengan tujuan agar perekonomian nasional maju lebih baik dan sehat. Orang-orang yang selama ini belum mendapat kesempatan ke pasar, ekonomi, kemasan bisa numpang, sekaligus bermitra. Secara bisnis saya tidak merugi, tetapi secara idealisme saya bisa memberikan sesuatu kepada bangsa ini. Sejak kapan terbesit akuisisi Carrefour?
Sebenarnya berpikir pun tak ada. Tidak berpikir karena Carrefour itu begitu besarnya. Carrefour ini bukan dicari, tapi mereka yang datang. Mereka sewa konsultan mencari mitra potensial yang baik dan strategis di Indonesia. Muncul 20 nama, ada kami. Menciut jadi 10, lima, dan dua ada nama kami. Mereka menjajaki kami. Saya setuju ambil alih Carrefour dengan catatan tak mau menjadi silent partner. Tak mau seperti Alibaba. Kalau mau, saya pemegang saham terbesar. Saya mau misi dan visi kita seperti pengembangan UKM, bermitra dengan pasar tradisional, hubungan dengan pemerintah pusat dan daerah, ke masyarakat kita berjalan. Juga bisa sinergi dengan usaha kita, yang ada juga bisa berjalan. Kalau mau oke, kalau tidak silakan cari mitra lain.
Mereka lihat memang bisnis seperti begini yang perlu di Indonesia. Jika tidak sustainability, tidak berjalan. Mereka bersedia, mulai berunding harga.
Berapa lama proses runding?
Proses perundingan tidak lebih dari tiga bulan. Sangat cepat. Biayanya sangat murah. Tak ada fee untuk pihak ketiga. Perundingan di beberapa negara, di India, Indonesia, Perancis, tapi penandatanganan kesepakatan beli di Perancis dan di Jakarta.
Inspirasi idealisme itu mulai dari mana?
Saya mulai berbisnis sejak kuliah tingkat satu di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Idealisme ini muncul karena keluarga saya tidak mampu. Ibu saya harus menggadaikan kain halusnya untuk membayar kuliah. Saya tidak bisa menerima. Intinya saya harus bisa membiayai diri sendiri. Syukur, bisnis informal yang saya kerjakan (di kampus jual stiker, tas, buku, penjilidan buku) sukses, dan bertahap bisa biayai keluarga. Kesulitan keuangan, aktivitas semasa SMP, SMA, dan kuliah menjadi pendorong utama. Ada akumulasi bahwa berbisnis itu harus cari untung, cari uang. Uang penting, tapi tak segalanya. Ini membuat saya bisa akumulasikan bisnis dan idealisme ini. Pengalaman batin. Kalau saya anak orang kaya tak bisa. Saya sangat paham akan bisnis dan idealisme ini.
Ingin menjadi penguasa?
Saya demonstran, mahasiswa teladan, dan kini pengusaha. Sampai hari ini saya selalu bisa mengendalikan diri untuk tetap sebagai pengusaha. Walaupun dorongan dan ajakan untuk ke politik sangat kuat, syukur sampai saat ini saya bisa meyakinkan semua pihak bahwa menjadi pengusaha itu juga penting.
Persisnya?
Karyawan saya kini lebih dari 50.000 orang. Ini yang langsung bukan yang terafiliasi. Kalau saya tetap berusaha, lima tahun lagi bisa di atas 100.000 orang dan mungkin 10 tahun lagi menjadi 500.000 orang. Kalau saya menjadi penguasa, mungkin saya tidak bisa melakukan ini, memberikan kesejahteraan langsung bagi begitu banyak orang. Sekonkret itu. Mungkin saya bisa berbuat lewat perbaikan regulasi dan sebagainya, tetapi efek langsungnya tidak bisa. Sebagai pengusaha bisa langsung.
Bagaimana hubungan yang pas antara pengusaha dan penguasa?
Persisnya kita harus bicara soal Indonesia Incorporated, jangan lagi bicara bahwa saya penguasa sehingga pengusaha harus datang untuk meminta-minta dan deal-deal tertentu. Sudah lewat masa itu. Juga pengusahanya jangan berpikir harus dekat dengan pejabat atau pemerintah biar dapat konsesi, dapat monopoli. Era-era seperti ini sudah lewat. Saat ini adalah pengusaha harus bilang bahwa pemerintah tugas Anda adalah membuat regulasi yang baik agar kami para pengusaha bekerja dengan baik. Dan saya akan melakukan tugas saya sebagai pengusaha sebaiknya. Saya bisa membuat keuntungan yang besar dan bisa bayar pajak sebesar-besarnya ke negara.
Saya akan membuat usaha ini memberikan manfaat bukan saja untuk saya, tetapi juga sebesar-besarnya bagi bangsa ini. Kalau semua bisa seiring sejalan seperti ini, maka isya Allah 10 tahun dari sekarang saya jamin Indonesia bisa sejahtera.
Yang ada saat ini bagaimana?
Problemnya masih ada pengusaha yang masih suka main-main dengan penguasa, minta konsesi, keistimewaan. Sementara ada juga penguasa yang senang bermain-main dengan pola itu. Nah, kalau kita bisa memutuskan mata rantai ini, sebagian permasalahan bangsa ini akan terselesaikan. Pandangan soal pajak?
Bagi saya, kalau rugi memang tak perlu membayar pajak. Tetapi kalau untung, apalagi untung besar, ya harus bayar pajak. Karyawan saya saat pertama kali mendapat bonus besar, mereka diminta membayar pajak. Soalnya gaji yang diterima sudah dibayarkan pajaknya oleh perusahaan. Saat mendapat bonus saya bilang semua harus bayar pajak. Semua kaget karena selama ini pajak dibayar oleh perusahaan. Kini mereka membayar pajak.
Usaha bisnis ini sudah sebuah imperium?
Saya tak peduli dengan istilah atau sebutan apa. Tujuan saya pertama adalah bisa punya perusahaan yang bisa memberikan keuntungan dan maju. Dan tidak ada satu pun perusahaan dalam Trans Corp yang merugi. Kedua, perusahaan harus tumbuh dan tumbuhnya cepat. Mengapa? Karena makin tumbuh, makin banyak tenaga kerja yang bisa diserap dan bisa sejahtera. Bank Mega contohnya, setiap tahun membuka 50 sampai 100 cabang. Satu cabang butuh 30 orang. Ini baru satu perusahaan.
Ketiga, kalau saatnya nanti perusahaan ini harus menjadi jawara, paling tidak di Indonesia. Mengapa? sebagai persiapan pada saatnya nanti perusahaan ini harus bisa menjadi pemain global. Jangan bercita-cita menjadi pemain global kalau belum jawara di Indonesia. Jadi harus ada tahapan yang dilalui. Gosip, ada orang lain di belakang bisnis Chairul Tanjung?
Ada yang bilang ini perusahaan Anthony Salim. Ada yang bilang keluarga mantan Presiden Soeharto di baliknya. Karena ada Bank Mega dibilang ada kaitan dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Juga ada kaitan dengan tentara segala. Saya pernah bilang, demi Allah tidak ada satu pun uang mereka. Kita belum dewasa. Begitu ada ”anak ajaib” kita tidak percaya.
----------------------------------------------------------sumber (http://www.seputarforex.com/)

10 orang terkaya di Indonesia

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2006 

1. Sukanto Tanoto & F - 2.800 - 56 
2. Putera Sampoerna & F - 2.100 - 58 
3. Eka Tjipta Widjaja & F - 2.000 - 83 
4. Rachman Halim & F - 1.800 - 59 
5. Robert Budi Hartono& F - 1.400 - 65 
6. Aburizal Bakrie & F - 1.200 - 59 
7. Eddy William Katuari & F - 1.000 - 55 
8. Trihatma Haliman & F - 900 - 54 
9. Arifin Panigoro & F - 815 - 61 
10. Liem Sioe Liong & F - 800 - 91 
11. Mochtar Riady & F - 570 - 76 
12. Peter Sondakh - 530 - 54 
13. Prajogo Pangestu - 510 - 55 
14. Martua Sitorus - 475 - 46 
15. Paulus Tumewu - 440 - 54 
16. Murdaya Poo - 430 - 65 
17. Husein Djojonegoro & F - 360 - 57 
18. Chairul Tanjung - 310 - 44 
19. Hadi Surya - 305 - 70 
20. Tan Kian - 300 - 48 

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2007 

1. Aburizal Bakrie & F - 5.400 - 60 
2. Sukanto Tanoto - 4.700 - 57 
3. R Budi Hartono - 3.140 - 67 
4. Michael Hartono - 3.080 - 68 
5. Eka Tjipta Widjaja & F - 2.800 - 84 
6. Putera Sampoerna & F - 2.200 - 59 
7. Martua Sitorus - 2.100 - 47 
8.Rachman Halim & F - 1.600 - 60 
9. Peter Sondakh - 1.450 - 55 
10. Eddy William Katuari & F - 1.390 - 56 
11. Anthoni Salim & F - 1.300 - 58 
12. Mochtar Riady & F - 950 - 78 
13. Murdaya Poo - 900 - 66 
14. Arifin Panigoro & F - 880 - 62 
15. Hary Tanoesoedibjo - 815 - 42 
16. Trihatma Haliman - 790 - 55 
17. Sjamsul Nursalim & F - 550 - 66 
18. Chairul Tanjung - 450 - 45 
19. Paulus Tumewu - 440 - 55 
20. Prajogo Pangestu - 420 - 56 

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2008 

1. Sukanto Tanoto - 2.000 - 58 
2. R Budi Hartono - 1.720 - 68 
3. Michael Hartono - 1.680 - 69 
4. Putera Sampoerna & F - 1.500 - 59 
5. Martua Sitorus - 1.300 - 47 
6. Peter Sondakh - 1.050 - 56 
7. Eddy William Katuari & F - 1.040 - 56 
8. Eka Tjipta Widjaja & F - 950 - 78 
9. Aburizal Bakrie & F - 850 - 60 
10. Murdaya Poo - 825 - 66 

Daftar Orang Terkaya Indonesia di Dunia 2009 

1. Michael Hartono - 1.700 - 70 - 439 dunia 
2. R Budi Hartono - 1.700 - 69 - 440 dunia 
3. Sukanto Tanoto & F - 1.600 - 59 - 463 dunia 
4. Martua Sitorus - 1.400 - 48 - 554 dunia 
5. Peter Sondakh - 1.000 - 57 - 701 dunia 

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2009 

1. R. Budi & Michael Hartono - US$ 7 miliar 
2. Martua Sitorus - US$ 3 miliar 
3. Susilo Wonowidjojo - US$ 2,6 miliar 
4. Aburizal Bakrie - US$ 2,5 miliar 
5. Eka Tjipta Widjaja - U$S 2,4 miliar 
6. Peter Sondakh - US$ 2,1 miliar 
7. Putera Sampoerna - US$ 2 miliar 
8. Sukanto Tanoto - US$ 1,9 miliar 
9. Anthoni Salim - US$ 1,4 miliar 
10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar 

Daftar Orang Terkaya Indonesia di Dunia 2010 

1. R. Budi & Michael Hartono - US$ 3,5 miliar - 258 dunia 
2. Martua Sitorus - US$ 3 miliar - 316 dunia 
3. Peter Sondakh - US$ 2,2 miliar - 437 dunia 
4. Sukanto Tanoto - US$ 1,9 miliar - 536 dunia 
5. Low Tuck Kwong - US$ 1,2 miliar - 828 dunia 
6. Chairul Tanjung - US$ 1 miliar - 937 dunia 

                                                                                                          Sumber http://www.forbes.com 

Jumat, 29 Oktober 2010

Amancio Ortega ( terkaya ke 10)


Kekayaan bersihnya senilai $ 18.3 miliar. Ayahnya seorang pekerja rel kereta api, dan Ortega bekerja di sebuah toko baju di Spanyol. Lalu ia dan istrinya mulai membuat pakaian mereka sendiri. Mereka menciptakan desain chic. Dan membentuk sebuah perusahaan bernama Inditex, hingga akhirnya terdapat lebih dari 4.000 toko di seluruh dunia. Ortega juga mempunyai merek fashion murah, Zara. Kekayaan Ortega juga tumbuh karena investasinya di real estat, pariwisata, gas dan bank.

Theo Albrecht ( terkaya ke 9)


Seperti kakaknya, Karl, Theo Albrecht termasuk orang terkaya dengan kekayaan senilai $ 18.8 miliar. Ia memiliki hak merek toko diskon Aldi di bagian utara Jerman dan di seluruh Eropa, kecuali Great Britain.

Lakshmi Mittal (terkaya no 8)


Sebagai imigran India ke Inggris, Mittal adalah orang terkaya yang tinggal di Britania Raya. Mittal mewarisi banyak kekayaan, bekerja dalam bisnis pembuatan baja keluarganya. Ia mendirikan perusahaan sendiri, Mittal Steel, dan telah agresif dalam mengembangkan prospek bisnisnya. Setelah pengambilalihan, perusahaan menjadi ArcelorMittal, dan merupakan perusahaan baja terbesar di dunia. Kekayaannya $ 19.3 milyar.

Mukesh Ambani (terkaya no 7)


Mukesh Ambani, bersama dengan saudaranya, mewarisi konglomerat Reliance, salah satu perusahaan yang paling berharga di India, setelah kematian ayah mereka. Kekayaan Ambani bernilai sekitar $ 19.5 miliar, dan merupakan orang terkaya di negara India.

Karl Albrecht orang terkaya no 6 dunia


Ia adalah orang terkaya di Jerman, dengan kekayaan bersih $ 21.5 miliar. Ibunya mempunyai toko kecil di Jerman. Namun, setelah Perang Dunia II, Albrect, bersama dengan saudaranya Theo merubah toko menjadi Aldi. Sekarang, Aldi dikenal toko dengan harga diskon belanjaan. Albrecht dan saudaranya membagi kepemilikan toko. Albrecht mengambil hak atas merek untuk Amerika Serikat, Inggris dan Australia, serta bagian selatan Jerman.

Ingvar Kamprad (terkaya no 5)


Ingvar Kamprad adalah pengusaha Swedia (kekayaan bersih senilai, $ 22 miliar). Kamprad adalah anak dari petani Swedia. Salah satu pekerjaan pertamanya adalah menjual kartu, korek api, pena dan ikan dengan naik sepeda. Akhirnya, ia mulai menjual furnitur. Lama kemudian, ia membuka toko furnitur sendiri, Ikea. Singkatan dari nama pertama dan nama belakang, nama pertanian keluarga, dan desa terdekat. Merek mebelnya dikenal dengan harganya yang terjangkau dan bergaya modern.

Lawrence Ellison (terkaya ke 4)

Larry Elllison on stage.jpg


LahirLawrence Joseph Ellison
17 Agustus 1944 (umur 66)
Manhattan, New York, U.S.[rujukan?]
PekerjaanWakil Pendiri dan CEO,Oracle Corporation
GajiUS $1.0 million (2009)
Kekayaan bersih $22.5 billion USD (2009)[1]
PasanganAdda Quinn (m. 1967–1974)
Nancy Wheeler Jenkins (m. 1977–1978)
Barbara Boothe (m. 1983–1986)
Melanie Craft (m. 2003–present)
Anak5


















Lawrence Joseph Ellison (lahir di ManhattanNew YorkAmerika Serikat17 Agustus 1944; umur 66 tahun) adalah salah satu pendiri dan CEO dari perusahaan perangkat lunak database Oracle Corporation.Ellison memiliki bakat dalam matematika, dan pada masa mudanya bekerja untuk Perusahaan Ampex. Salah satu proyeknya adalah gudang data untuk CIA yang ia beri nama "Oracle".


Oracle Corporation (NASDAQORCL) adalah salah satu perusahaan utama pengembang sistem manajemen basis data (database management system), perangkat lunak untuk mengembangkan basis data, perangkat lunak manajemen hubungan pelangganenterprise resource planning dan perangkat lunak manajemen rantai pasok. Oracle Corporation didirikan pada tahun 1977. Perusahaan ini mempekerjakan 68.236 pekerja pada tahun 2007. Markasnya berada di Redwood City, California.

Carlos Slim Helu & family (terkaya ke 3)


Lahir28 Januari 1940 (umur 70)
Kota MeksikoMeksiko
KewarganegaraanFlag of Mexico.svg Mexico
Alma materUniversidad Nacional Autonoma de Mexico -UNAM
PekerjaanChairman and CEO,TelmexTelcel andAmérica Móvil
Kekayaan bersihUS$35 triliun (2009).[1]
AgamaMaronite Catholic[2]
PasanganSoumaya Domit (-1999)
AnakCarlos, Marco Antonio, Patricio, Johanna, & two other daughters
Carlos Slim Helú Aglamaz (lahir 28 Januari 1940; umur 70 tahun) adalah seorang usahawan di bidang industri komunikasi, perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Móvil. Pada tanggal 3 Juli 2007, sebuah laporan dari jurnalis finansial asal Meksiko Eduardo Garcia menunjukan bahwa kekayaan Slim (US$67.8 milyar) telah melebihi kekayaan pendiri Microsoft Bill Gates (US$59.2 milyar), menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia.[3]
Ayahnya adalah Julian Slim Haddad Aglamaz, seorang Kristen Maronite Lebanon yang pada masa mudanya kabur ke Meksiko pada tahun 1902 untuk menghindari pemerintahan militer keras dari Kekaisaran Ottoman. Ayahnya dan dua kakaknya tiba di pelabuhan Meksiko Tampico, lalu ke Kota Mexico, di mana pada tahun 1911, Julian mendirikan toko bahan kering disebut La Estrella del Oriente dan bertaruh dan membeli beberapa real estate utama di pusat kota -- dan keluar sebagai sebuah langkah yang tepat.
"Itu adalah keberanian", kata Slim Helu, "Dia mengajarkan saya tak peduli seberapa jelek krisis yang terjadi, Meksiko tidak akan menghilang, dan bila saya memiliki kepercayaan pada negara ini, investasi yang cermat akhirnya akan membayar